Celebration of Indonesia’s Independence Day

Dear Parents,

What is special in August? Of course our beloved Indonesia’s birthday. So after celebrating International Children Day, now we are celebrating a big national event. Schools celebrate it on August 17, but Snowy English Bintaro has been celebrating it for a week! The students can see Indonesian flags everyday in Snowy English and they can take them. Maybe it is just a small thing but we love to see them waving Indonesian flag since their role models, in this global age, are none of Indonesian icon. Their role models are Disney Princess and Heroes so we are so happy they experience this celebration week. The next cool thing after free flags is, we keep playing Indonesian folk songs this whole week. We sing them in the class too! Students who couldn’t really sing the songs, after they hear it over and over again in Snowyland, now they can sing Indonesia Raya. Great! How about Baby Snowy students? Oh they love marching around the class while we sing the songs. They also make Indonesian flag. Take a look at their amazing talent:

Okay, I know you’re waiting for the story of the competitions. Yes, we held competitions or known as tujuhbelasan. Was it your favorite event when you were kid? Well, that’s all students’ favorite time. Here are some pictures of our children having fun in our games:

In the picture above, Mr.Herman tied the rope with a pencil at its end, and the participants would insert the pencil to the bottle.

We did almost all games the locals used to do to celebrate Indonesia Independence Day, well, except Panjat Pinang ūüėÄ They all are happy even though we don’t give any prizes, only crowns.


So, dear parents, your children are having big fun times at Snowy English Bintaro. We also encourage you to enrich your children with some basic information about Indonesia. When we are singing National Anthem in Snowy, the teachers encourage them to sing it nicely. We grow their respect to our beautiful nation in fun ways. And their improvements are our satisfaction!


Written by: KeiSha

International Children’s Day at Snowy’s English Bintaro

Halo Bunda, pada setiap tanggal 1 Juni seluruh anak-anak di dunia merayakan Hari Anak-Anak Sedunia, dan tentu saja sebagai lembaga Bahasa Inggris untuk anak Snowy English Bintaro juga tidak ingin ketinggalan untuk ikut merayakannya!

Selama satu minggu dari tanggal 3o Mei s/d 4 Juni seluruh guru dan para siswa Snowy English Bintaro memeriahkan hari Anak-anak Sedunia dengan mengenakan pakaian tradisional dari negara yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas seru serta menarik, dan tentunya bertema internasional, seperti menyusun¬†‚ÄúEiffel Tower‚ÄĚ puzzle,¬†mendekorasi bendera dari berbagai negara,¬†mempelajari dan menyusun huruf Hieroglyph,¬†memasak makanan tradisional Jepang (Takoyaki) serta membuat ‚ÄúWayang Snowy with Batik‚ÄĚ.

Baby Snowy : Parents Meeting

Anak adalah tumpuan dan harapan orang tua. Mereka menjadi generasi penerus keluarga. Oleh sebab itu, agar anak tumbuh sesuai yang diharapkan maka belajar menjadi terasa penting tak hanya bagi anak tetapi justru bagi para orang tua.  Nah, pada tanggal 05 Agustus 2011 Snowy English Bintaro mengadakan Parents Meeting kelas Baby Snowy.  Acaranya seru lho! Para orang tua dengan penuh semangat memaparkan berbagai pengalaman mereka  dalam membesarkan anak-anaknya. Yuk, kita simak kisah-kisah mereka !

Cerita Mama Akila : Akila usianya sekarang 2 tahun 3 bulan. Ia anak yang pintar dan periang. Ia suka sekali menari. Sejak belajar di Baby Snowy, Akila selalu beres-beres setelah selesai bermain sambil bernyanyi “everybody tidy up…tidy up”.

Cerita Mama Flo : Flo adalah gadis kecil yang cantik dan pandai. Ia senang mengulang kata-kata yang diucapkan orang tua dan guru di kelas. Flo sudah pandai membedakan warna dan mengucapkannya dalam bahasa Inggris, seperti red-yellow-blue. Ia mempunyai daya khayal yang tinggi, aktif, dan senang berbicara.

Cerita Mama Daffa : Daffa anak yang penuh semangat. Kecerdasan kinestetiknya patut dibanggakan. Ia senang bereksplorasi karena rasa ingin tahunya tinggi. Daffa usianya 2 tahun 5 bulan dan sudah pandai berhitung satu s/d sepuluh. Kalau dalam bahasa Inggris, “Daffa can count from one to five.”

Masih terkait dengan seputar perkembangan anak, berikut kutipan tulisan tentang betapa pentingnya kedekatan antara orang tua dan anak :

SEBERAPA KENALKAH KITA DENGAN ANAK KITA?

A. Perkembangan fisik vs perkembangan mental.

Selain fisik, ternyata anak juga mengalami  fase-fase perkembangan mental. Apabila fase perkembangan mentalnya berlangsung secara sehat, secara emosional juga akan sehat. Yang paling menggembirakan adalah justru pada tahapan akhir, perilakunya pun akan sehat dan baik.

Menurut penelitian Ibu Dawna Markova, diketahui perilaku anak itu mulai dibentuk sejak usia balita. Fase perkembangan mental secara sederhana dibagi menjadi beberapa tahapan.

Tahapan 1 : fase Egosentris usia relatif 1-3 tahun (pre-school)

Pada tahapan ini, seorang anak akan merasa dirinya adalah pusat dari semua kegiatan  alam semesta. Kemauannya keras dan ingin selalu dipenuhi. Anak ingin didahulukan, tidak sabaran, dan belum bisa berbagi atau memahami orang lain.

Tahapan 2 : fase Gank Age Awal usia relatif 4-6 tahun (pre school- SD)

Fase ini ditandai dengan keinginan anak untuk diterima oleh orang lain atau kelompoknya dengan cara meniru-niru perilaku teman-teman di kelompoknya. Pada fase ini, peran orang tua diharapkan dapat mengajak anak berdiskusi mengenai nilai-nilai baik dan buruk sampai ia paham betul. Tentunya tanpa harus memarahi anak karena anak tidak tahu bahwa yang ditirunya adalah hal buruk. Pada fase ini, anak masih belum memahami tentang baik dan buruk.

Tahapan 3 : fase Gank Age Tengah usia relatif 7-13 tahun (SD-SMP awal)

Selain meniru perilaku kelompoknya, mulai tumbuh keinginan untuk tampil beda agar mendapat perhatian dari teman-temannya. Misal mengubah model rambut, menggunakan gelang, anting, mulai mencoba merokok, pacaran, tawuran, kebut-kebutan dan sebagainya. Yang terparah adalah terlibat tindak kriminal dan penggunaan narkoba.

Pada fase ini, orang tua dan guru diharapkan dapat membantu anak dengan menemukan keunggulan alaminya agar ia mendapat perhatian dari hal tersebut. Misal anak yang kuat olah raga dimasukkan kursus atau club sport, anak yang suka kekerasan dimasukkan club bela diri, bidang musik dengan les gitar dll. Dengan demikian anak tidak harus mencari-cari sendiri yang pada akhirnya malah terjerumus ke dalam perilaku-perilaku terlarang.

Tahapan 4 : Fase Pembentukan Gank Age Akhir usia relatif 14-20 tahun (SMP-SMA)

Anak mulai melakukan proses filterisasi nilai-nilai yang akan menjadi konsep dirinya atau identitasnya. Mulai menetapkan nilai yang benar dan salah sesuai versinya yang bersumber dari pengaruh terbesar yang ia terima, entah dari keluarga, teman-teman sekolah, atau lingkungan pergaulannya. Kelak akan menjadi perilaku dasar anak tersebut.

Tahapan 5 : fase Adaptatif usia relatif 21-30 tahun (kuliah dan karir).

Anak tumbuh dewasa dan mulai meiliki prinsip yang jelas. Mereka tahu kapan mengatakan ‚Äėtidak‚Äô terhadap pengaruh yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Namun masih bisa menerima pengaruh baru yang tidak terlalu menyimpang dengan prinsipnya.

Kita hanya punya kesempatan emas sangat terbatas sekali dalam upaya mendidik anak menjadi anak yang baik, sejak usia anak masih balita hingga kira-kira seusia SMP kelas 3. Setelah itu, kebanyakan anak akan sangat sulit sekali ‚Äúdiubah‚ÄĚ menjadi baik, kecuali dengan cara-cara tertentu dengan sedikit agak ekstrim. Namun jika kita berhasil, kemungkinan besar masa depan anak kita bisa diselamatkan.

B. Cara kerja otak anak

Otak anak kita terdiri atas tiga susunan atau lapisan.

1)      Lapisan pertama disebut dengan Otak Reptil berfungsi untuk menjalankan fungsi-fungsi  instingtif, seperti mengatur pernapasan atau detak jantung secara reflek. Selain itu, otak reptil juga mengatur fungsi pertahanan diri dan reaksi menyerang sebagaimana layaknya reptil (binatang). Fungsi otak reptil pada manusia sebenarnya lebih ditujukan hanya pada mekanisme fungsi-fungsi dasar pengaturan tubuh saja, bukan untuk menyerang.

2)      Lapisan kedua disebut Otak Emosi denga fungsi utamanya untuk mengatur sistem pergerakan emosi. Otak emosi akan menjadi sensor bagi anak untuk mengaktifkan salah satu otak, apakah itu Otak Reptil atau Neo Cortex.

3)      Lapisan ketiga disebut Neo Cortex yang berfungsi untuk berpikir dan bertindak secara sehat. Jika otak yang aktif adalah Otak Cortex, perilaku anak kita cenderung didasarkan pada cara berpikit sehat.

Jadi, otak mana yang akan diaktifkan itu sebagai sebuah reaksi dari pola didik yang kita terapkan, apakah itu membuat senang  atau menyakitkan. Jika pola itu terasa menyakitkan, anak akan semakin terlatih dan bereaksi layaknya hewan reptil yang mengamuk. Jadi cara mendidik dengan kekerasan hanya akan membuat anak tumbuh dengan merespon dengan reaksi-reaksi kekerasan yang sama.

Para orang tua dan guru yang mulia, mari kita berikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Mereka sangat membutuhkan cinta, perhatian dan kasih sayang kita. Dengan berbekal ilmu dan keinginan terus belajar serta memperbaiki diri semoga kita dapat mendidik anak-anak kita dengan tepat dan benar menjadi manusia yang dapat membanggakan dan membahagiakan kedua orang tuanya serta berguna bagi bangsa dan  negara.  Semoga ya!

Daftar Pustaka

Ayah Edy, 2008, Mendidik Anak Zaman Sekarang Ternyata Mudah Lho…(asalkan tahu caranya), Penerbit : Tangga Pustaka, Jakarta