[HOLIGRAM UPDATE] Fun Making Pizza and Fun Painting \(^^)/

Fun Making Pizza and Fun Painting \(^^)/

In Snowy’s English, smart holiday program becomes one of our priorities and well-known for creativity & innovative holiday program.  On December 2011, we held our holiday program for two days: First day (28/12) is Fun Making Pizza with Daddy and Mommy. Second day (29/12) is Fun T-shirt and Bag Painting.

Fun Making Pizza with Daddy and Mommy

Most of the children love pizza so much. Now the children can make their own favorite pizza with daddy and mommy.

Do you want to know how fun the children made their own favorite pizza?

Let’s make the pizza

Don’t worry, mommy and daddy will help you

Look, it’s easy right ^^

It’s fun!

Look, the pizza is ready to cook!

Where is your pizza? Here is my pizza

Hmmm, yummy

Fun T-Shirt and Bag Painting

The next day the children paint their own blank t-shirt and bag. Do you want to know what picture they painted?

Let’s start painting. Don’t forget to pay attention to the painter^^

Smart kids!

Look, here is my bag, i want to paint Snowy ^^!

Painting is fun and easy ^^

Look, It’s almost finish , yeaaayyy!

My t-shirt looks great!

My t-shirt looks great!

This is it! Snowy’s paint t-shirt and bag

After painting ,let’s sing to celebrate our fun holiday \(^^ )/

It was soo fun right? So do not miss for the next holiday program with Snowy’s English.

Cheers,

Snowy’s English Bintaro

Jangan Lewatkan Masa-Masa Berharga dalam Perkembangan Bahasa

 

Barbara Zurer Pearson, penulis buku Raising a Bilingual Child, menga­takan, tak ada kata terlambat, atau terlalu cepat, untuk menga­jarkan anak bahasa keduanya. “Belajar bahasa kedua itu lebih mudah untuk anak-anak di bawah 10 tahun, dan lebih mudah lagi untuk anak balita, dibandingkan dengan orang dewasa yang butuh upaya lebih besar untuk mempelajarinya,” tuturnya.

Waktu ideal untuk meng­ajarkan bahasa baru pada anak ini adalah sejak mereka lahir hingga usia 3 tahun. Rentang usia ini bertepatan dengan masa ketika anak memang belajar berbicara, dimana pikirannya masih terbuka dan fleksibel. Namun usia 4 hingga 7 tahun juga menjadi waktu terbaik untuk mengajarkan bahasa kedua untuk anak, karena mere­ka masih memproses beberapa bahasa dalam satu jalur. Arti­nya, mereka membangun sistem bahasa kedua bersamaan dengan yang pertama, dan belajar kedua bahasa tersebut seperti penduduk aslinya.

Seperti yang Lenneberg dalam Darwowidjojo (2003: 218) sebutkan, usia 2-12 tahun adalah periode emas perkembangan kemampuan berbahasa. Mereka mampu belajar bahasa apapun seperti penutur asli. Periode ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. A­nak di atas 7 tahun sebe­nar­nya belum terlalu terlambat untuk belajar bahasa kedua. Sebab, waktu ideal ketiga untuk memelajari bahasa kedua adalah sekitar usia 8 hingga masa pubertas. Menurut penelitian, setelah memasuki pubertas, bahasa-bahasa baru akan di­simpan dalam area yang terpisah di dalam otak. Sebagai hasilnya, anak harus mener­jemahkan lebih dulu bahasa tersebut, atau menggunakan bahasa pertamanya sebagai jalur menuju bahasa baru.

Sebuah penelitian menun­jukkan, sejak usia dua tahun seorang anak sudah bisa diajar­kan bahasa asing. Di India dan Malaysia misalnya, anak-anak mulai mempelajari bahasa asing sejak usia dini, yaitu 2 tahun, yang sangat berperan dalam hal berkomunikasi dan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris. Dalam penelitian terhadap 63 anak, anak-anak yang mampu berbicara dalam dua bahasa juga memiliki kelebihan dalam perkembangan otak yang memiliki fungsi ekseku­tif, seperti perencanaan, mengor­ganisasi, atau memusatkan perhatian pada detail penting.

Sumber : Fauzul Akmal