Baby Snowy Goes to Carrefour

 

 

 

 

 

 

 

 

Baby Snowy goes to Carrefour ^^. Tuesday, 28 February 2012 all of baby SNOWY’s class went to Carrefour. They learned about fruits and vegetables.  They have to know what the fruits and vegetables look like  not only from the picture but also from the real fruits and vegetables. So they can see, touch , feel and taste the fruits and vegetables. Let’s see ^^

HELLO CAREFOUR

HELLO CARREFOUR

Ready to find some fruits and vegetables ^^

Look, here is Passion fruit

Here is Orange , it’s yellow like the color of the sun 

Woooww.. Apples and Pears !

I LOVE BANANA

I buy some Bananas and Apples ^^

 

Carrefour gave us Coloring books because we were so smart ^^

It was a nice and  fun trip . Mr.Ramdan as a representative from carefour welcome us kindly. Everybody was very excited and at the end we all said “Bye-bye, Thank you  Carrefour”

Cheers,

Snowy English Bintaro

Orangtua Batu atau Orangtua Air, yang Manakah Anda?

Pernahkah anda melihat batu? Bagaimanakah bentuknya ? Bagaimanakah permukaannya? Bagaimanakah kekerasannya? Bagaimanakah ketahanannya terhadap erosi? Ya batu mempunyai banyak bentuk, dan rata-rata permukaannya keras kecuali batu apung. Tetapi sekeras-kerasnya jika batu terjatuh dan terbentur benda keras lainnya maka batu itu akan terkikis dan jika sering terjatuh dan terbentur maka ia akan mengecil juga.

Demikian juga jika batu tersebut ditetesi air terus menerus maka lambat laun batu tersebut akan lubang juga.Walaupun permukaannya sangat keras namun batu tidak memiliki kelenturan dan sangat mudah tergores ataupun terkikis jika terbentur benda keras lainnya.

Batu juga sulit memindahkan dirinya sendiri kecuali ada energi yang sangat besarmendorongnya. Batu akan berpindah jika disapu angin ribut ataupun air bah. Perpindahannya akan menimbulkan kesakitan karena batu tersebut akan tercabut dari tempatnya  semula jatuh terbanting ketempatnya yang baru.

Bagaimana dengan air? Air sangatlah luwes dan lembut . Ia bisa menyesuaikan diri dengan berbagai situasi . Tetapi dibalik kelembutannya ia menyimpan tenaga yang sangat besar. Ia bisa mengikis batu yang sangat keras dengan penuh kesabaran. Ia bisa memindahkan batu sebesar apapun. Ia juga bisa berpindah dari satu tempat ketempat lain dengan sangat mudah. Ia bisa menyerap panas ataupu dingin dengan sangat cepat. Ia mengalir kemanapun dengan tanpa beban.

Sebagai orangtua yang mendidik anak dan diri sendiri. Sifat manakah yang kita miliki? Apakah kita memiliki sifat-sifat batu yang sangat keras dan sulit berubah menyikapi kondisi sekitar? Ataukah kita memiliki sifat-sifat air yang lemah lembut dan luwes namun mempunyai kekuatan yang sangat besar jika diperlukan?

Orangtua yang memiliki sifat-sifat seperti batu, kita sebut orangtua batu, dan mereka sangatlah keras dalam mendidik menyikapi berbagai perilaku anaknya. Mereka berpikir dan melihat tingkah laku anaknya dari kacamatanya sendiri.Akibatnya mereka mengalami kesulitan  dan tidak bisa menerima perbuatan anak-anaknya.

Orangtua batu menjalani hidupnya dengan penuh ketegangan sehingga memiliki tingkat stress yang tinggi. Mereka seringkali menyalahkan tindakan anaknya . Mereka selalu meminta anaknya bersikap seperti apa yang diinginkannya.Mereka selalu menuntut anaknya untuk berbuat sesuatu. Jika tidak mereka akan marah dan menganggap anak-anaknya tidak becus dan tidak menurutinya.

Orangtua batu sering menyulitkan dirinya sendiri dan anaknya . Jika ia diminta harus mengubah pendekatannya maka ia akan menderita dan mengalami kesakitan . Perubahan adalah sesuatu yang membuat orangtua batu mengerang dan menjerit. Secara mental ia sendiri akan mengalami kesakitan luar biasa karena perubahan adalah ketidaknyamanan untuk mereka

Akibat dari sikapnya yang keras seperti batu ini maka tingkat stress nya sangat tinggi. Dan ini menyulitkan dirinya sendiri dan anak-anaknya . Ketika anaknya berubah kearah yang lebih baik , ia sendiri gagal mengubah dirinya untuk merespon perubahan anaknya. Kemudian anak pun tidak melihat perubahan dari respon orangtuanya merasa frustasi ,ujung-ujungnya si anak kembali ke sikap semula dan bahkan tidak bisa respek pada orangtuanya. Dan ini memicu perselisihan baru yang tidak akan ada penyelesaiannya. Orangtua mengatakan anak tidak mau berubah, tetapi anak  yang telah berubah namun tidak mendapat respon mengatakan orangtua yang tidak mau berubah.

Orangtua batu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh kemarahan dan tuntutan. Mereka tidak tahu kapan harus menggunakan kekuatannya. Jika ia dipaksa berubah maka ia akan merasa hancur.Orangtua batu memiliki ego yang sangat besartetapi negatif . Ego inilah yang akan menmghancurkan dirinya sendiri dan akhirnya anaknya.

Bagaimana dengan orangtua air? Orangtua air memiliki keluwesan yang luar biasa tetapi bukan berarti mudah dipermainkan. Orangtua air tahu kapan harus menggunakan kekuatannya untuk mendisiplinkan anaknya. Mereka juga tahu kapan harus mengubah diri , menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam diri anaknya.Mereka cepat sekali merespon dan menghargai tindakan anak. Memuji dengan tulus perbuatan baik anak dan meminta maaf ketika dirinya berbuat salah pada anak adalah hal yang mudah dan tidak akan menghancurkan ego orangtua air.

Orangtua air adalah orangtua yang mengerti dan menerima dirinya sendiri  dengan baik.Mereka memiliki harga diri yang sehat sehingga mampu memperlakukan anak-anaknya dengan penuh respek. Akibatnya mereka juga menerima respek dari anak-anaknya. Ketika anaknya berbuat diluar pengharapannya mereka tetap respek pada pilihan anaknya . Kemudian akan mencari tahu dulu masalahnya dan membantu anaknya untuk berubah.

Orangtua air mencintai dirimya sendiri sehingga mampu memberikan cinta pada anak-anaknya . Oleh karena itu anak-anaknya tumbuh dengan penuh kasih sayang dan merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Anak-anaknya tumbuh dengan percaya diri dan harga diri yang sehat.

Orangtua air menjalani kehidupan bersama anak-anaknya dengan penuh kegembiraan dalam suasana yang saling menghargai. Mereka saling mendukung perubahan diri masing-masing. Mereka sangat toleran dan sabar dalam menyikapi berbagai hal.Orangtua air dan anaknya adalah pelaku tatatertib yang patuh namun fleksibel.

Bagaimana dengan kita sendiri? Termasuk dalam kategori manakah kita mendidik anak? Orangtua batu atau orangtua air? Andalah yang bisa secara jujur menjawab sendiri.

Semoga bermanfaat,

 

Snowy English Bintaro

 

 

 

Home Made Chocolate for Charity

Here are teachers home made chocolate ^^ . It is yummy ^^v

All Money collected by selling teacher home made chocolate  will be given for our little friends at Yayasan Sayap Ibu.Thank you for your participation.

Regards,

Snowy English Bintaro

Jangan Lewatkan Masa-Masa Berharga dalam Perkembangan Bahasa

 

Barbara Zurer Pearson, penulis buku Raising a Bilingual Child, menga­takan, tak ada kata terlambat, atau terlalu cepat, untuk menga­jarkan anak bahasa keduanya. “Belajar bahasa kedua itu lebih mudah untuk anak-anak di bawah 10 tahun, dan lebih mudah lagi untuk anak balita, dibandingkan dengan orang dewasa yang butuh upaya lebih besar untuk mempelajarinya,” tuturnya.

Waktu ideal untuk meng­ajarkan bahasa baru pada anak ini adalah sejak mereka lahir hingga usia 3 tahun. Rentang usia ini bertepatan dengan masa ketika anak memang belajar berbicara, dimana pikirannya masih terbuka dan fleksibel. Namun usia 4 hingga 7 tahun juga menjadi waktu terbaik untuk mengajarkan bahasa kedua untuk anak, karena mere­ka masih memproses beberapa bahasa dalam satu jalur. Arti­nya, mereka membangun sistem bahasa kedua bersamaan dengan yang pertama, dan belajar kedua bahasa tersebut seperti penduduk aslinya.

Seperti yang Lenneberg dalam Darwowidjojo (2003: 218) sebutkan, usia 2-12 tahun adalah periode emas perkembangan kemampuan berbahasa. Mereka mampu belajar bahasa apapun seperti penutur asli. Periode ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. A­nak di atas 7 tahun sebe­nar­nya belum terlalu terlambat untuk belajar bahasa kedua. Sebab, waktu ideal ketiga untuk memelajari bahasa kedua adalah sekitar usia 8 hingga masa pubertas. Menurut penelitian, setelah memasuki pubertas, bahasa-bahasa baru akan di­simpan dalam area yang terpisah di dalam otak. Sebagai hasilnya, anak harus mener­jemahkan lebih dulu bahasa tersebut, atau menggunakan bahasa pertamanya sebagai jalur menuju bahasa baru.

Sebuah penelitian menun­jukkan, sejak usia dua tahun seorang anak sudah bisa diajar­kan bahasa asing. Di India dan Malaysia misalnya, anak-anak mulai mempelajari bahasa asing sejak usia dini, yaitu 2 tahun, yang sangat berperan dalam hal berkomunikasi dan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris. Dalam penelitian terhadap 63 anak, anak-anak yang mampu berbicara dalam dua bahasa juga memiliki kelebihan dalam perkembangan otak yang memiliki fungsi ekseku­tif, seperti perencanaan, mengor­ganisasi, atau memusatkan perhatian pada detail penting.

Sumber : Fauzul Akmal

 

 

Miss Snowy

Dear Parents,
Baby Snowy program is getting hot! Our baby SNOWY students are very clearly improving in their speaking, as well in social skill. One cloudy Thursday Dion, Flo, Sachio, Daffa, and Aqila were studying about vegetables. They made carrot puzzle, and then… here you go! They have the real carrots in their hands. They were excited to feed Miss Snowy, our pet rabbit which lives happily in the backyard.

They were so happy. We taught them how to caress the rabbit. They were even willing to hold Snowy in their arms. This activity improves their understanding about environment and living things.

We told them that Snowy has very bright healthy eyes. Why? Because Snowy eats carrot. We encourage them to eat vegetables. Even though they just stared at the teachers and did not say anything to reply, but I am optimistic that they understand what we say. The key of talking to small kids is, you must have the point of what you’re saying. Choose short understandable sentence, and do fun things related to what you are telling them. These kids are amazing!

Aqila, Dion, Daffa, Sachio, and Flo now can say the words carrot, potato, tomato, and rabbit. After feeding Snowy, they wash their hands. Washing hands is an activity that we do continuosly in Baby Snowy. Yes we know that babies are more sensitive of dust and bacteria compared to big kids. But beside of that cause, washing hands trains them to take turn. We are a bit strict of taking turn because it does really good for them if they know that they have to take turn, give to friend who stop at the sink  earlier, stay in the line. It’s nice to see how these kids learn about patience. We really see how they grow into better and better social individuals.

by: KeiSha