1st anniversary of Snowy English Bintaro

10.10.10. The day Snowy English in Bintaro opened its doors for the first time. And on October 1oth 2011, Snowy English Bintaro has just celebrated its first anniversary by holding a fun party at the center.

The children came in fun and colorful party clothes. The parents and children participated in Birthday Card Competition and their creation were so attractive that the judges were very pleased with the results.

Besides the competition, a small quiz about Snowy English was given and the children answered enthusiastically!

The event turned merrier when Rizky, one of the teachers, performed some magic tricks to entertain the audience. The children were very excited everytime the spell was cahnted because they expected something good to happen.

Time to blow the candle!!


Parents and student’s creations on Birthday Card Competition.

Baby Snowy : Parents Meeting

Anak adalah tumpuan dan harapan orang tua. Mereka menjadi generasi penerus keluarga. Oleh sebab itu, agar anak tumbuh sesuai yang diharapkan maka belajar menjadi terasa penting tak hanya bagi anak tetapi justru bagi para orang tua.  Nah, pada tanggal 05 Agustus 2011 Snowy English Bintaro mengadakan Parents Meeting kelas Baby Snowy.  Acaranya seru lho! Para orang tua dengan penuh semangat memaparkan berbagai pengalaman mereka  dalam membesarkan anak-anaknya. Yuk, kita simak kisah-kisah mereka !

Cerita Mama Akila : Akila usianya sekarang 2 tahun 3 bulan. Ia anak yang pintar dan periang. Ia suka sekali menari. Sejak belajar di Baby Snowy, Akila selalu beres-beres setelah selesai bermain sambil bernyanyi “everybody tidy up…tidy up”.

Cerita Mama Flo : Flo adalah gadis kecil yang cantik dan pandai. Ia senang mengulang kata-kata yang diucapkan orang tua dan guru di kelas. Flo sudah pandai membedakan warna dan mengucapkannya dalam bahasa Inggris, seperti red-yellow-blue. Ia mempunyai daya khayal yang tinggi, aktif, dan senang berbicara.

Cerita Mama Daffa : Daffa anak yang penuh semangat. Kecerdasan kinestetiknya patut dibanggakan. Ia senang bereksplorasi karena rasa ingin tahunya tinggi. Daffa usianya 2 tahun 5 bulan dan sudah pandai berhitung satu s/d sepuluh. Kalau dalam bahasa Inggris, “Daffa can count from one to five.”

Masih terkait dengan seputar perkembangan anak, berikut kutipan tulisan tentang betapa pentingnya kedekatan antara orang tua dan anak :

SEBERAPA KENALKAH KITA DENGAN ANAK KITA?

A. Perkembangan fisik vs perkembangan mental.

Selain fisik, ternyata anak juga mengalami  fase-fase perkembangan mental. Apabila fase perkembangan mentalnya berlangsung secara sehat, secara emosional juga akan sehat. Yang paling menggembirakan adalah justru pada tahapan akhir, perilakunya pun akan sehat dan baik.

Menurut penelitian Ibu Dawna Markova, diketahui perilaku anak itu mulai dibentuk sejak usia balita. Fase perkembangan mental secara sederhana dibagi menjadi beberapa tahapan.

Tahapan 1 : fase Egosentris usia relatif 1-3 tahun (pre-school)

Pada tahapan ini, seorang anak akan merasa dirinya adalah pusat dari semua kegiatan  alam semesta. Kemauannya keras dan ingin selalu dipenuhi. Anak ingin didahulukan, tidak sabaran, dan belum bisa berbagi atau memahami orang lain.

Tahapan 2 : fase Gank Age Awal usia relatif 4-6 tahun (pre school- SD)

Fase ini ditandai dengan keinginan anak untuk diterima oleh orang lain atau kelompoknya dengan cara meniru-niru perilaku teman-teman di kelompoknya. Pada fase ini, peran orang tua diharapkan dapat mengajak anak berdiskusi mengenai nilai-nilai baik dan buruk sampai ia paham betul. Tentunya tanpa harus memarahi anak karena anak tidak tahu bahwa yang ditirunya adalah hal buruk. Pada fase ini, anak masih belum memahami tentang baik dan buruk.

Tahapan 3 : fase Gank Age Tengah usia relatif 7-13 tahun (SD-SMP awal)

Selain meniru perilaku kelompoknya, mulai tumbuh keinginan untuk tampil beda agar mendapat perhatian dari teman-temannya. Misal mengubah model rambut, menggunakan gelang, anting, mulai mencoba merokok, pacaran, tawuran, kebut-kebutan dan sebagainya. Yang terparah adalah terlibat tindak kriminal dan penggunaan narkoba.

Pada fase ini, orang tua dan guru diharapkan dapat membantu anak dengan menemukan keunggulan alaminya agar ia mendapat perhatian dari hal tersebut. Misal anak yang kuat olah raga dimasukkan kursus atau club sport, anak yang suka kekerasan dimasukkan club bela diri, bidang musik dengan les gitar dll. Dengan demikian anak tidak harus mencari-cari sendiri yang pada akhirnya malah terjerumus ke dalam perilaku-perilaku terlarang.

Tahapan 4 : Fase Pembentukan Gank Age Akhir usia relatif 14-20 tahun (SMP-SMA)

Anak mulai melakukan proses filterisasi nilai-nilai yang akan menjadi konsep dirinya atau identitasnya. Mulai menetapkan nilai yang benar dan salah sesuai versinya yang bersumber dari pengaruh terbesar yang ia terima, entah dari keluarga, teman-teman sekolah, atau lingkungan pergaulannya. Kelak akan menjadi perilaku dasar anak tersebut.

Tahapan 5 : fase Adaptatif usia relatif 21-30 tahun (kuliah dan karir).

Anak tumbuh dewasa dan mulai meiliki prinsip yang jelas. Mereka tahu kapan mengatakan ‘tidak’ terhadap pengaruh yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Namun masih bisa menerima pengaruh baru yang tidak terlalu menyimpang dengan prinsipnya.

Kita hanya punya kesempatan emas sangat terbatas sekali dalam upaya mendidik anak menjadi anak yang baik, sejak usia anak masih balita hingga kira-kira seusia SMP kelas 3. Setelah itu, kebanyakan anak akan sangat sulit sekali “diubah” menjadi baik, kecuali dengan cara-cara tertentu dengan sedikit agak ekstrim. Namun jika kita berhasil, kemungkinan besar masa depan anak kita bisa diselamatkan.

B. Cara kerja otak anak

Otak anak kita terdiri atas tiga susunan atau lapisan.

1)      Lapisan pertama disebut dengan Otak Reptil berfungsi untuk menjalankan fungsi-fungsi  instingtif, seperti mengatur pernapasan atau detak jantung secara reflek. Selain itu, otak reptil juga mengatur fungsi pertahanan diri dan reaksi menyerang sebagaimana layaknya reptil (binatang). Fungsi otak reptil pada manusia sebenarnya lebih ditujukan hanya pada mekanisme fungsi-fungsi dasar pengaturan tubuh saja, bukan untuk menyerang.

2)      Lapisan kedua disebut Otak Emosi denga fungsi utamanya untuk mengatur sistem pergerakan emosi. Otak emosi akan menjadi sensor bagi anak untuk mengaktifkan salah satu otak, apakah itu Otak Reptil atau Neo Cortex.

3)      Lapisan ketiga disebut Neo Cortex yang berfungsi untuk berpikir dan bertindak secara sehat. Jika otak yang aktif adalah Otak Cortex, perilaku anak kita cenderung didasarkan pada cara berpikit sehat.

Jadi, otak mana yang akan diaktifkan itu sebagai sebuah reaksi dari pola didik yang kita terapkan, apakah itu membuat senang  atau menyakitkan. Jika pola itu terasa menyakitkan, anak akan semakin terlatih dan bereaksi layaknya hewan reptil yang mengamuk. Jadi cara mendidik dengan kekerasan hanya akan membuat anak tumbuh dengan merespon dengan reaksi-reaksi kekerasan yang sama.

Para orang tua dan guru yang mulia, mari kita berikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Mereka sangat membutuhkan cinta, perhatian dan kasih sayang kita. Dengan berbekal ilmu dan keinginan terus belajar serta memperbaiki diri semoga kita dapat mendidik anak-anak kita dengan tepat dan benar menjadi manusia yang dapat membanggakan dan membahagiakan kedua orang tuanya serta berguna bagi bangsa dan  negara.  Semoga ya!

Daftar Pustaka

Ayah Edy, 2008, Mendidik Anak Zaman Sekarang Ternyata Mudah Lho…(asalkan tahu caranya), Penerbit : Tangga Pustaka, Jakarta

Pembelajaran Yang Menyenangkan Pada Anak

By: Mira Kania Dewi

Masa yang paling indah adalah masa kanak-kanak. Ya, karena pada masa itu selalu diisi dengan bermain dan bermain. Belum ada beban dalam pikiran anak-anak. Yang ada hanyalah nyanyian bahagia, kasih sayang, canda dan tawa. Anak yang demikian ditunjang dengan pemenuhan gizi yang baik akan tumbuh menjadi anak yang sehat lahir dan batin.

Masa kanak-kanak merupakan masa yang penting dalam kehidupan manusia karena pada tahap ini anak mengalami masa pertumbuhan emas atau disebut dengan istilah ‘the golden age’. Pada masa ini anak-anak memiliki perangkat ‘the instinct of learning’ yang masih bekerja secara penuh. Rasa ingin tahunya yang begitu besar merupakan fase yang paling kritis, saat itulah otak harus diisi oleh program-program pembelajaran yang baik.

Tak mudah masuk ke dalam dunia anak jika kita tidak benar-benar menjiwai apa yang terkandung dalam hati dan pikiran anak. Kita sebagai orang tua atau tenaga pengajar /pendidik harus paham bahwa anak yang selalu bermain bukanlah mereka sekedar hanya bermain tetapi sejatinya mereka berada dalam tahap belajar. Oleh sebab itu agar anak merasa nyaman, proses belajar tentu harus dikemas dalam suasana bermain yang menyenangkan. Dalam keadaan gembira otak anak bekerja secara maksimal sehingga daya serap pun menjadi maksimal dan hasil yang dicapai pasti akan maksimal pula.

Menurut penelitian Dawna Markova, perkembangan anak dibagi dalam 5 tahapan. Tiga dari tahapan awal tersebut meliputi fase Egosentris (1-3 tahun), gank age awal (4-6 tahun), dan gank age tengah (7-13 tahun). Pada tiga fase awal ini, perilaku anak masih mudah untuk dibentuk karena pada tahapan ini anak mampu menyerap dengan baik semua program-program yang diterimanya.

Sejak usia 3 tahun anak mulai belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Itulah sebabnya banyak kita temukan sekolah bermain (taman kanak-kanak) yang sudah menerima  anak untuk bersekolah pada usia 3 tahun. Anak mulai melepaskan fase egosentrisnya dan mulai dapat berbagi dengan teman dan lingkungannya.

Lain halnya dengan anak usia 4-6 tahun. Kebiasaan anak meniru pada usia ini hendaknya menjadi acuan kita sebagai orang tua untuk memberikan pemahaman yang benar tentang sikap yang baik dan buruk melalui diskusi bersama tanpa memarahinya. Melalui contoh sederhana dan pembiasaan yang sering dilakukan, tentu dapat memudahkan anak memahami apa yang dimaksudkan oleh orang tua atau pendidik.

Di usia 7 tahun ke atas anak cenderung ingin tampil beda dan menonjolkan dirinya. Para orang tua dan guru diharapkan dapat membantu anak menemukan keunggulan-keunggulan dalam dirinya. Hal ini tentu dapat menambah rasa percaya anak.

Berdasarkan teori perkembangan anak sesuai dengan usianya seperti uraian di atas, maka cukup jelas bagi kita mengapa Snowy English memilih pembelajaran anak di usia 3 s/d 7+. Tahapan usia 3 s/d 7 tahun telah mencakup sebagian besar tahapan penting dalam perkembangan anak.  Satu hal yang membuat Snowy English berbeda dari kursus Inggris lainnya adalah fasilitas belajar yang lengkap yang sesuai dengan perkembangan dan karakteristik setiap anak serta ditunjang dengan suasana belajar yang menyenangkan, bersih, dan nyaman.