By: Mira Kania Dewi
Masa yang paling indah adalah masa kanak-kanak. Ya, karena pada masa itu selalu diisi dengan bermain dan bermain. Belum ada beban dalam pikiran anak-anak. Yang ada hanyalah nyanyian bahagia, kasih sayang, canda dan tawa. Anak yang demikian ditunjang dengan pemenuhan gizi yang baik akan tumbuh menjadi anak yang sehat lahir dan batin.
Masa kanak-kanak merupakan masa yang penting dalam kehidupan manusia karena pada tahap ini anak mengalami masa pertumbuhan emas atau disebut dengan istilah ‘the golden age’. Pada masa ini anak-anak memiliki perangkat ‘the instinct of learning’ yang masih bekerja secara penuh. Rasa ingin tahunya yang begitu besar merupakan fase yang paling kritis, saat itulah otak harus diisi oleh program-program pembelajaran yang baik.
Tak mudah masuk ke dalam dunia anak jika kita tidak benar-benar menjiwai apa yang terkandung dalam hati dan pikiran anak. Kita sebagai orang tua atau tenaga pengajar /pendidik harus paham bahwa anak yang selalu bermain bukanlah mereka sekedar hanya bermain tetapi sejatinya mereka berada dalam tahap belajar. Oleh sebab itu agar anak merasa nyaman, proses belajar tentu harus dikemas dalam suasana bermain yang menyenangkan. Dalam keadaan gembira otak anak bekerja secara maksimal sehingga daya serap pun menjadi maksimal dan hasil yang dicapai pasti akan maksimal pula.
Menurut penelitian Dawna Markova, perkembangan anak dibagi dalam 5 tahapan. Tiga dari tahapan awal tersebut meliputi fase Egosentris (1-3 tahun), gank age awal (4-6 tahun), dan gank age tengah (7-13 tahun). Pada tiga fase awal ini, perilaku anak masih mudah untuk dibentuk karena pada tahapan ini anak mampu menyerap dengan baik semua program-program yang diterimanya.
Sejak usia 3 tahun anak mulai belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Itulah sebabnya banyak kita temukan sekolah bermain (taman kanak-kanak) yang sudah menerima anak untuk bersekolah pada usia 3 tahun. Anak mulai melepaskan fase egosentrisnya dan mulai dapat berbagi dengan teman dan lingkungannya.
Lain halnya dengan anak usia 4-6 tahun. Kebiasaan anak meniru pada usia ini hendaknya menjadi acuan kita sebagai orang tua untuk memberikan pemahaman yang benar tentang sikap yang baik dan buruk melalui diskusi bersama tanpa memarahinya. Melalui contoh sederhana dan pembiasaan yang sering dilakukan, tentu dapat memudahkan anak memahami apa yang dimaksudkan oleh orang tua atau pendidik.
Di usia 7 tahun ke atas anak cenderung ingin tampil beda dan menonjolkan dirinya. Para orang tua dan guru diharapkan dapat membantu anak menemukan keunggulan-keunggulan dalam dirinya. Hal ini tentu dapat menambah rasa percaya anak.
Berdasarkan teori perkembangan anak sesuai dengan usianya seperti uraian di atas, maka cukup jelas bagi kita mengapa Snowy English memilih pembelajaran anak di usia 3 s/d 7+. Tahapan usia 3 s/d 7 tahun telah mencakup sebagian besar tahapan penting dalam perkembangan anak. Satu hal yang membuat Snowy English berbeda dari kursus Inggris lainnya adalah fasilitas belajar yang lengkap yang sesuai dengan perkembangan dan karakteristik setiap anak serta ditunjang dengan suasana belajar yang menyenangkan, bersih, dan nyaman.