Jangan Lewatkan Masa-Masa Berharga dalam Perkembangan Bahasa

 

Barbara Zurer Pearson, penulis buku Raising a Bilingual Child, menga­takan, tak ada kata terlambat, atau terlalu cepat, untuk menga­jarkan anak bahasa keduanya. “Belajar bahasa kedua itu lebih mudah untuk anak-anak di bawah 10 tahun, dan lebih mudah lagi untuk anak balita, dibandingkan dengan orang dewasa yang butuh upaya lebih besar untuk mempelajarinya,” tuturnya.

Waktu ideal untuk meng­ajarkan bahasa baru pada anak ini adalah sejak mereka lahir hingga usia 3 tahun. Rentang usia ini bertepatan dengan masa ketika anak memang belajar berbicara, dimana pikirannya masih terbuka dan fleksibel. Namun usia 4 hingga 7 tahun juga menjadi waktu terbaik untuk mengajarkan bahasa kedua untuk anak, karena mere­ka masih memproses beberapa bahasa dalam satu jalur. Arti­nya, mereka membangun sistem bahasa kedua bersamaan dengan yang pertama, dan belajar kedua bahasa tersebut seperti penduduk aslinya.

Seperti yang Lenneberg dalam Darwowidjojo (2003: 218) sebutkan, usia 2-12 tahun adalah periode emas perkembangan kemampuan berbahasa. Mereka mampu belajar bahasa apapun seperti penutur asli. Periode ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. A­nak di atas 7 tahun sebe­nar­nya belum terlalu terlambat untuk belajar bahasa kedua. Sebab, waktu ideal ketiga untuk memelajari bahasa kedua adalah sekitar usia 8 hingga masa pubertas. Menurut penelitian, setelah memasuki pubertas, bahasa-bahasa baru akan di­simpan dalam area yang terpisah di dalam otak. Sebagai hasilnya, anak harus mener­jemahkan lebih dulu bahasa tersebut, atau menggunakan bahasa pertamanya sebagai jalur menuju bahasa baru.

Sebuah penelitian menun­jukkan, sejak usia dua tahun seorang anak sudah bisa diajar­kan bahasa asing. Di India dan Malaysia misalnya, anak-anak mulai mempelajari bahasa asing sejak usia dini, yaitu 2 tahun, yang sangat berperan dalam hal berkomunikasi dan kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris. Dalam penelitian terhadap 63 anak, anak-anak yang mampu berbicara dalam dua bahasa juga memiliki kelebihan dalam perkembangan otak yang memiliki fungsi ekseku­tif, seperti perencanaan, mengor­ganisasi, atau memusatkan perhatian pada detail penting.

Sumber : Fauzul Akmal

 

 

[INFO] Holiday Program Snowy English Bintaro 2011

Holiday is coming!

Hi Mommy, sudah punya rencana mau ke mana liburan kali ini? Kalau belum bergabung yuk di acara Holiday Program yang akan diadakan oleh Snowy’s English Bintaro.

Akan ada banyak kegiatan seru pada Holiday Program kali ini, diantaranya:

28 Desember 2011: Fun Making Pizza With Daddy/Mommy.
a. Membuat Pizza (Personal Pizza, Fruit tea) & Mewarnai
b. Sertifikat
c. Snowy T-shirt
d. Goodies Bag
e. Doorprize

29 Desember 2011: Fun T-shirt / Bag painting.
a. Fun T-Shirt / Bag painting
b. Snack box

Acara ini terbuka untuk umum lho, jadi kalau ada teman, saudara, atau tetangga yang mau ikutan juga boleh.

So what are you waiting for? Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Snowy’s English Bintaro (021-7458080).

1st anniversary of Snowy English Bintaro

10.10.10. The day Snowy English in Bintaro opened its doors for the first time. And on October 1oth 2011, Snowy English Bintaro has just celebrated its first anniversary by holding a fun party at the center.

The children came in fun and colorful party clothes. The parents and children participated in Birthday Card Competition and their creation were so attractive that the judges were very pleased with the results.

Besides the competition, a small quiz about Snowy English was given and the children answered enthusiastically!

The event turned merrier when Rizky, one of the teachers, performed some magic tricks to entertain the audience. The children were very excited everytime the spell was cahnted because they expected something good to happen.

Time to blow the candle!!


Parents and student’s creations on Birthday Card Competition.

[HOLIGRAM UPDATE] Show your talent at Snowy’s English Got Talent! ^^

On July 2011 Snowy’s English Bintaro hold a competition called Snowy’s English Got Talent where many students participate enthusiastically.

 The competition begun with the English Singing Competition on the first day. Both students and parents were so exciting during the competition because all the participants sang confidently.

On the next day, it’s time for the participants to show their talent on drawing and coloring competition with theme “Snowy in Jakarta”.   

The Winners

Congratulation to all the winners and the participants, it was so great to see their amazing talents! ^^ 

See you on the next holiday program! 

Snowy English Bintaro : Birthday Card Competition

Dalam rangka ulang tahun (anniversary of Snowy English Bintaro – October 10, 2011), Snowy English Bintaro mengadakan lomba “Membuat dan Menghias Kartu Ulang Tahun “. Akan dipilih 6 pemenang utama, dengan hadiah untuk karya terbaik masing-masing berupa Piala untuk juara 1 sampai juara harapan 3. Info lebih lanjut dapat menghubungi Ms. Dian di Snowy English Bintaro (745-8080). Selamat Mengikuti!

Miss Snowy

Dear Parents,
Baby Snowy program is getting hot! Our baby SNOWY students are very clearly improving in their speaking, as well in social skill. One cloudy Thursday Dion, Flo, Sachio, Daffa, and Aqila were studying about vegetables. They made carrot puzzle, and then… here you go! They have the real carrots in their hands. They were excited to feed Miss Snowy, our pet rabbit which lives happily in the backyard.

They were so happy. We taught them how to caress the rabbit. They were even willing to hold Snowy in their arms. This activity improves their understanding about environment and living things.

We told them that Snowy has very bright healthy eyes. Why? Because Snowy eats carrot. We encourage them to eat vegetables. Even though they just stared at the teachers and did not say anything to reply, but I am optimistic that they understand what we say. The key of talking to small kids is, you must have the point of what you’re saying. Choose short understandable sentence, and do fun things related to what you are telling them. These kids are amazing!

Aqila, Dion, Daffa, Sachio, and Flo now can say the words carrot, potato, tomato, and rabbit. After feeding Snowy, they wash their hands. Washing hands is an activity that we do continuosly in Baby Snowy. Yes we know that babies are more sensitive of dust and bacteria compared to big kids. But beside of that cause, washing hands trains them to take turn. We are a bit strict of taking turn because it does really good for them if they know that they have to take turn, give to friend who stop at the sink  earlier, stay in the line. It’s nice to see how these kids learn about patience. We really see how they grow into better and better social individuals.

by: KeiSha

Celebration of Indonesia’s Independence Day

Dear Parents,

What is special in August? Of course our beloved Indonesia’s birthday. So after celebrating International Children Day, now we are celebrating a big national event. Schools celebrate it on August 17, but Snowy English Bintaro has been celebrating it for a week! The students can see Indonesian flags everyday in Snowy English and they can take them. Maybe it is just a small thing but we love to see them waving Indonesian flag since their role models, in this global age, are none of Indonesian icon. Their role models are Disney Princess and Heroes so we are so happy they experience this celebration week. The next cool thing after free flags is, we keep playing Indonesian folk songs this whole week. We sing them in the class too! Students who couldn’t really sing the songs, after they hear it over and over again in Snowyland, now they can sing Indonesia Raya. Great! How about Baby Snowy students? Oh they love marching around the class while we sing the songs. They also make Indonesian flag. Take a look at their amazing talent:

Okay, I know you’re waiting for the story of the competitions. Yes, we held competitions or known as tujuhbelasan. Was it your favorite event when you were kid? Well, that’s all students’ favorite time. Here are some pictures of our children having fun in our games:

In the picture above, Mr.Herman tied the rope with a pencil at its end, and the participants would insert the pencil to the bottle.

We did almost all games the locals used to do to celebrate Indonesia Independence Day, well, except Panjat Pinang 😀 They all are happy even though we don’t give any prizes, only crowns.


So, dear parents, your children are having big fun times at Snowy English Bintaro. We also encourage you to enrich your children with some basic information about Indonesia. When we are singing National Anthem in Snowy, the teachers encourage them to sing it nicely. We grow their respect to our beautiful nation in fun ways. And their improvements are our satisfaction!


Written by: KeiSha

International Children’s Day at Snowy’s English Bintaro

Halo Bunda, pada setiap tanggal 1 Juni seluruh anak-anak di dunia merayakan Hari Anak-Anak Sedunia, dan tentu saja sebagai lembaga Bahasa Inggris untuk anak Snowy English Bintaro juga tidak ingin ketinggalan untuk ikut merayakannya!

Selama satu minggu dari tanggal 3o Mei s/d 4 Juni seluruh guru dan para siswa Snowy English Bintaro memeriahkan hari Anak-anak Sedunia dengan mengenakan pakaian tradisional dari negara yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas seru serta menarik, dan tentunya bertema internasional, seperti menyusun “Eiffel Tower” puzzle, mendekorasi bendera dari berbagai negara, mempelajari dan menyusun huruf Hieroglyph, memasak makanan tradisional Jepang (Takoyaki) serta membuat “Wayang Snowy with Batik”.

Baby Snowy : Parents Meeting

Anak adalah tumpuan dan harapan orang tua. Mereka menjadi generasi penerus keluarga. Oleh sebab itu, agar anak tumbuh sesuai yang diharapkan maka belajar menjadi terasa penting tak hanya bagi anak tetapi justru bagi para orang tua.  Nah, pada tanggal 05 Agustus 2011 Snowy English Bintaro mengadakan Parents Meeting kelas Baby Snowy.  Acaranya seru lho! Para orang tua dengan penuh semangat memaparkan berbagai pengalaman mereka  dalam membesarkan anak-anaknya. Yuk, kita simak kisah-kisah mereka !

Cerita Mama Akila : Akila usianya sekarang 2 tahun 3 bulan. Ia anak yang pintar dan periang. Ia suka sekali menari. Sejak belajar di Baby Snowy, Akila selalu beres-beres setelah selesai bermain sambil bernyanyi “everybody tidy up…tidy up”.

Cerita Mama Flo : Flo adalah gadis kecil yang cantik dan pandai. Ia senang mengulang kata-kata yang diucapkan orang tua dan guru di kelas. Flo sudah pandai membedakan warna dan mengucapkannya dalam bahasa Inggris, seperti red-yellow-blue. Ia mempunyai daya khayal yang tinggi, aktif, dan senang berbicara.

Cerita Mama Daffa : Daffa anak yang penuh semangat. Kecerdasan kinestetiknya patut dibanggakan. Ia senang bereksplorasi karena rasa ingin tahunya tinggi. Daffa usianya 2 tahun 5 bulan dan sudah pandai berhitung satu s/d sepuluh. Kalau dalam bahasa Inggris, “Daffa can count from one to five.”

Masih terkait dengan seputar perkembangan anak, berikut kutipan tulisan tentang betapa pentingnya kedekatan antara orang tua dan anak :

SEBERAPA KENALKAH KITA DENGAN ANAK KITA?

A. Perkembangan fisik vs perkembangan mental.

Selain fisik, ternyata anak juga mengalami  fase-fase perkembangan mental. Apabila fase perkembangan mentalnya berlangsung secara sehat, secara emosional juga akan sehat. Yang paling menggembirakan adalah justru pada tahapan akhir, perilakunya pun akan sehat dan baik.

Menurut penelitian Ibu Dawna Markova, diketahui perilaku anak itu mulai dibentuk sejak usia balita. Fase perkembangan mental secara sederhana dibagi menjadi beberapa tahapan.

Tahapan 1 : fase Egosentris usia relatif 1-3 tahun (pre-school)

Pada tahapan ini, seorang anak akan merasa dirinya adalah pusat dari semua kegiatan  alam semesta. Kemauannya keras dan ingin selalu dipenuhi. Anak ingin didahulukan, tidak sabaran, dan belum bisa berbagi atau memahami orang lain.

Tahapan 2 : fase Gank Age Awal usia relatif 4-6 tahun (pre school- SD)

Fase ini ditandai dengan keinginan anak untuk diterima oleh orang lain atau kelompoknya dengan cara meniru-niru perilaku teman-teman di kelompoknya. Pada fase ini, peran orang tua diharapkan dapat mengajak anak berdiskusi mengenai nilai-nilai baik dan buruk sampai ia paham betul. Tentunya tanpa harus memarahi anak karena anak tidak tahu bahwa yang ditirunya adalah hal buruk. Pada fase ini, anak masih belum memahami tentang baik dan buruk.

Tahapan 3 : fase Gank Age Tengah usia relatif 7-13 tahun (SD-SMP awal)

Selain meniru perilaku kelompoknya, mulai tumbuh keinginan untuk tampil beda agar mendapat perhatian dari teman-temannya. Misal mengubah model rambut, menggunakan gelang, anting, mulai mencoba merokok, pacaran, tawuran, kebut-kebutan dan sebagainya. Yang terparah adalah terlibat tindak kriminal dan penggunaan narkoba.

Pada fase ini, orang tua dan guru diharapkan dapat membantu anak dengan menemukan keunggulan alaminya agar ia mendapat perhatian dari hal tersebut. Misal anak yang kuat olah raga dimasukkan kursus atau club sport, anak yang suka kekerasan dimasukkan club bela diri, bidang musik dengan les gitar dll. Dengan demikian anak tidak harus mencari-cari sendiri yang pada akhirnya malah terjerumus ke dalam perilaku-perilaku terlarang.

Tahapan 4 : Fase Pembentukan Gank Age Akhir usia relatif 14-20 tahun (SMP-SMA)

Anak mulai melakukan proses filterisasi nilai-nilai yang akan menjadi konsep dirinya atau identitasnya. Mulai menetapkan nilai yang benar dan salah sesuai versinya yang bersumber dari pengaruh terbesar yang ia terima, entah dari keluarga, teman-teman sekolah, atau lingkungan pergaulannya. Kelak akan menjadi perilaku dasar anak tersebut.

Tahapan 5 : fase Adaptatif usia relatif 21-30 tahun (kuliah dan karir).

Anak tumbuh dewasa dan mulai meiliki prinsip yang jelas. Mereka tahu kapan mengatakan ‘tidak’ terhadap pengaruh yang tidak sesuai dengan prinsipnya. Namun masih bisa menerima pengaruh baru yang tidak terlalu menyimpang dengan prinsipnya.

Kita hanya punya kesempatan emas sangat terbatas sekali dalam upaya mendidik anak menjadi anak yang baik, sejak usia anak masih balita hingga kira-kira seusia SMP kelas 3. Setelah itu, kebanyakan anak akan sangat sulit sekali “diubah” menjadi baik, kecuali dengan cara-cara tertentu dengan sedikit agak ekstrim. Namun jika kita berhasil, kemungkinan besar masa depan anak kita bisa diselamatkan.

B. Cara kerja otak anak

Otak anak kita terdiri atas tiga susunan atau lapisan.

1)      Lapisan pertama disebut dengan Otak Reptil berfungsi untuk menjalankan fungsi-fungsi  instingtif, seperti mengatur pernapasan atau detak jantung secara reflek. Selain itu, otak reptil juga mengatur fungsi pertahanan diri dan reaksi menyerang sebagaimana layaknya reptil (binatang). Fungsi otak reptil pada manusia sebenarnya lebih ditujukan hanya pada mekanisme fungsi-fungsi dasar pengaturan tubuh saja, bukan untuk menyerang.

2)      Lapisan kedua disebut Otak Emosi denga fungsi utamanya untuk mengatur sistem pergerakan emosi. Otak emosi akan menjadi sensor bagi anak untuk mengaktifkan salah satu otak, apakah itu Otak Reptil atau Neo Cortex.

3)      Lapisan ketiga disebut Neo Cortex yang berfungsi untuk berpikir dan bertindak secara sehat. Jika otak yang aktif adalah Otak Cortex, perilaku anak kita cenderung didasarkan pada cara berpikit sehat.

Jadi, otak mana yang akan diaktifkan itu sebagai sebuah reaksi dari pola didik yang kita terapkan, apakah itu membuat senang  atau menyakitkan. Jika pola itu terasa menyakitkan, anak akan semakin terlatih dan bereaksi layaknya hewan reptil yang mengamuk. Jadi cara mendidik dengan kekerasan hanya akan membuat anak tumbuh dengan merespon dengan reaksi-reaksi kekerasan yang sama.

Para orang tua dan guru yang mulia, mari kita berikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Mereka sangat membutuhkan cinta, perhatian dan kasih sayang kita. Dengan berbekal ilmu dan keinginan terus belajar serta memperbaiki diri semoga kita dapat mendidik anak-anak kita dengan tepat dan benar menjadi manusia yang dapat membanggakan dan membahagiakan kedua orang tuanya serta berguna bagi bangsa dan  negara.  Semoga ya!

Daftar Pustaka

Ayah Edy, 2008, Mendidik Anak Zaman Sekarang Ternyata Mudah Lho…(asalkan tahu caranya), Penerbit : Tangga Pustaka, Jakarta